HARI LANSIA NASIONAL KE-30

MENYAMBUT HARI LANSIA NASIONAL KE-30
MARI SUKSESKAN GERAKAN SEMUA CINTA LANSIA MELALUI
KAMPANYE “30 MENIT BERSAMA LANSIA  
HADIRKAN SENYUM, SEHATKAN LANSIA

Indonesia telah memasuki era penduduk menua (ageing population) sejak tahun 2021, yang ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia (lansia). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sekitar 12% atau 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia, dan angka ini diproyeksikan meningkat hingga 20% pada tahun 2045. Angka Harapan Hidup (AHH) mencapai 71,57 tahun, namun Angka Harapan Hidup Sehat (Healthy Life Expectancy/HALE) baru mencapai 60,7 tahun. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan sekitar 10,87 tahun, di mana lansia berpotensi menjalani masa tua dalam kondisi kurang sehat atau dengan keterbatasan fungsional. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi ketergantungan pada penduduk usia ≥60 tahun meningkat seiring pertambahan usia. Lansia dengan ketergantungan sedang hingga total masih memerlukan bantuan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Selain itu, prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke pada lansia juga terus meningkat, yang berdampak pada kualitas hidup dan kemandirian lansia. Di samping permasalahan fisik, lansia juga menghadapi tantangan psikososial, salah satunya adalah kesepian. Perubahan peran sosial, kehilangan pasangan atau teman sebaya, berkurangnya interaksi sosial, serta keterbatasan mobilitas dapat meningkatkan risiko isolasi sosial pada lansia. Kesepian yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, seperti meningkatnya risiko depresi dan kecemasan, tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan kesehatan fisik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif yang kuat dan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan lansia, mempertahankan kapasitas intrinsik, serta mencegah penurunan fungsi sejak dini. Upaya ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghargai, menghormati, dan merawat lansia, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan ramah lansia.  Sebagai bentuk implementasi nyata dari peringatan HLUN tersebut, dikembangkan Gerakan Semua Cinta Lansia melalui kampanye “30 Menit bersama Lansia – Hadirkan Senyum, Sehatkan Lansia”, yaitu gerakan partisipatif yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari dalam berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dengan lansia.  

Interaksi ini dapat berupa kegiatan sederhana seperti menemani, mendengarkan, beraktivitas bersama, maupun memberikan dukungan emosional. Selain sebagai bentuk kepedulian, gerakan ini juga menjadi media edukasi publik untuk menyampaikan pesan pesan kesehatan lansia secara luas melalui media sosial, sehingga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya. Kita hanya perlu meluangkan waktu minimal 30 (tiga puluh) menit untuk berinteraksi dengan lansia dan mendorong partisipasi masyarakat, baik di lingkungan sekitar maupun melalui media sosial, dalam kampanye “30 Menit bersama Lansia”.

Kegiatan dapat dilaksanakan secara individu maupun kelompok/instansi/komunitas. Aktivitas dapat dilakukan secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (jarak jauh) dengan memanfaatkan media komunikasi.  Kegiatan Tatap Muka Kegiatan dilakukan secara langsung dengan lansia, meliputi: menemani lansia, makan makanan sehat Mengobrol dan mendengarkan cerita lansia jalan santai atau senam ringan, ibadah atau kegiatan rohani Bersama berkebun bermain bersama cucu, membantu kontrol kesehatan / minum obat dan aktivitas lain sesuai minat lansia.  Jarak Jauh dilakukan jika tidak memungkinkan bertemu langsung melalui telepon atau video call, nMengirim pesan suara atau video Interaksi melalui media digital lainnya,

Melalui kampanye “30 Menit bersama Lansia – Hadirkan Senyum, Sehatkan Lansia” merupakan bentuk aksi sederhana yang dapat memberikan dampak besar. Setiap interaksi, setiap perhatian, dan setiap waktu yang kita luangkan menjadi bentuk nyata kepedulian yang mampu menghadirkan kebahagiaan serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan gerakan ini dapat menumbuhkan budaya peduli lansia yang berkelanjutan sekaligus memperkuat solidaritas lintas generasi. Mari mulai dari langkah kecil. 30 menit dari kita, berarti besar bagi mereka. Karena dari kebersamaan yang sederhana, lahir senyum, kesehatan, dan harapan bagi lansia Indonesia. (Ni Kadek Widiastuti,SKM.MPH, Timker Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat).