“Kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah kesehatan yang harus kita selesaikan bersama. Pemerintah telah berkomitmen menjadikan penurunan angka kematian ibu dan bayi sebagai program prioritas nasional. Target kita jelas, yakni menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 183 per 100.000 Kelahiran Hidup pada 2024, dan menuju target SDGs tahun 2030 sebesar 70 per 100.000 Kelahiran Hidup. Oleh sebab itulah Kita menggelar Workshop Audit Material Perinatal (AMP) Surveilans dan Respons (SR) ini, untuk meningkatkan kapasitas, persepsi, dan komitmen bersama dari Tim AMP-SR se-Bali,”kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes, saat membuka acara Workshop AMP-SR secara Luring dan daring,Senin 29 Juni 2026 sampai Selasa 30 Juni 2026 lalu yang dipusatkan di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali Jl. Gumitir No. 135 Biaung, Kesiman Kertalangu Denpasar Timur Bali.
Lebih lanjut, Dr dr I Nyoman Gede Anom menegaskan, salah satu strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah melalui pelaksanaan AMP-SR. AMP-SR merupakan instrumen krusial untuk menggali akar masalah pada kematian yang sebenarnya dapat dicegah, yang dilaksanakan melalui empat langkah sistematis dan berkelanjutan: notifikasi dalam waktu 3×24 jam, pelaporan, pengkajian, dan respons. Sesuai Pedoman AMP-SR dan Renstra Kementerian Kesehatan, kita ditargetkan untuk melakukan pengkajian pada 100% kasus kematian ibu dan minimal 30% kasus kematian perinatal, di mana 10% di antaranya adalah kasus stillbirth.
“Kita sadari bersama, saat ini pencatatan dan pelaporan data kematian melalui mekanisme rutin masih perlu ditingkatkan agar tidak terjadi under-reported. Di sinilah peran Bapak/Ibu sebagai pengelola dan Sekretariat AMP-SR di tingkat Kabupaten/Kota maupun Rumah Sakit menjadi sangat penting. Bapak/Ibu sekalian menjadi ujung tombak dalam membantu mencatat hasil pengkajian ke dalam Formulir Ringkasan Pengkajian, mendokumentasikannya secara aman dengan menjaga privasi, serta melakukan monitoring progres implementasi rekomendasi hasil pengkajian ke dalam aplikasi MPDN,”katanya.
Pertemuan hari ini ungkap Dr dr I Nyoman Gede Anom menjadi sangat penting dan strategis. Melalui pemaparan materi, sharing pembelajaran dari Kabupaten Badung dan Klungkung, serta pendampingan tutorial input data pengkajian dan respons melalui aplikasi MPDN selama dua hari ini, diharapkan ada peningkatan kapasitas, persepsi, dan komitmen bersama dari Tim AMP-SR se-Bali.
“Kepada para narasumber, saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya berbagi ilmu, pengalaman, dan kebijakan terbaru. Kepada seluruh peserta, saya minta agar mengikuti kegiatan workshop ini dengan sungguh-sungguh. Hasil pertemuan ini harus Bapak/Ibu bawa pulang dan implementasikan secara konsisten di wilayah kerja dan fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing,”katanya.***Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali
