Pentingnya Monev Dalam Keberhasilan Pembangunan Kesehatan di Bali

Beranda Berita Pentingnya Monev Dalam Keberhasilan Pembangunan Kesehatan di Bali

“Keberhasilan pembangunan kesehatan di Bali harus dilakukan monitoring dan Evaluasi (Monev) secara berkala dan konsisten. Tujuannya untuk mengetahui kemajuan serta kendala dalam pelaksanaannya di lapangan. Sedangkan evaluasi juga harus dilakukan, agar kita mengetahui, bagaimana efektivitas dan efisiensi hasil kinerja, dampak serta keberlanjutannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes saat membuka acara Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Bidang Kesehatan Provinsi Bali di Hotel Mercure Legian Kuta, Kamis 24 Nopember 2022 lalu.

Lebih lanjut, Dr dr Nyoman Gede Anom menuturkan, aktivitas Monev sangat penting untuk menelusuri dan memastikan terlaksananya kebijakan dan program pembangunan kesehatan, sesuai dengan target dan rencana yang telah ditetapkan.

“Karena pentingnya kegiatan ini, Kita harus melaksanakan pertemuan ini dari hari ini Kamis 24 Nopember 2022 sampai dengan Sabtu, 26 Nopember 2022. Tujuannya sudah jelas, untuk mengetahui sejauhmana capaian serta kendala yang dihadapi dalam mengeksekusi program, sampai dengan triwulan ketiga Tahun 2022,”katanya.

Dr.dr Nyoman Gede Anom juga menegaskan, sesuai dengan visi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, Bidang Kesehatan memiliki tujuan strategis, yakni meningkatnya derajat kesehatan Masyarakat Bali dengan Sasaran Strategis yaitu terjaminnya akses pelayanan kesehatan bagi seluruh Krama Bali, meningkatnya standar kualitas pelayanan kesehatan Krama Bali, meningkatnya peserta dalam sistem jaminan kesehatan masyarakat.

“Hal ini kita terapkan di Dinas Kesehatan sebagai unit yang melaksanakan fungsi pelayanan dasar bidang kesehatan dengan tujuan strategis menurunnya morbiditas dan mortalitas penduduk serta sasaran strategis meningkatnya akses pelayanan kesehatan, meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat,”katanya.

Dan semuanya itu, imbuh Dr dr Nyoman Gede Anom pada hakekatnya adalah bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

“Kegiatan yang kita lakukan ini sejalan dengan transformasi di bidang kesehatan yang mengusung 6 pilar utama yakni transformasi pelayanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan,” katanya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • peserta monev pembangunan kesehatan
  • arahan kadiskes bali