Untuk mensukseskan program Imunisasi HPV (Human Papillomavirus) di Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menggelar acara Edukasi Kesehatan Memahami vaksin HPV pada anak laki-laki. Acara ini dilaksanakan Rabu, 1 Juli 2026 di Harris Hotel Denpasar, Jln Cokroaminoto No 23-25 Pemecutan Kaja Kota Denpasar dan dibuka Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes
Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI, beberapa narasumber serta peserta yang berasal dari 9 kabupaten Kota.
Ketika membuka acara tersebut, Dr dr I Nyoman Gede Anom berharap pelaksanaan Imunisasi pada anak laki-laki kelas 5 SD di seluruh Kabupaten/Kota se Provinsi Bali dapat terlaksana dengan Baik dan mencapai hasil cakupan yang tinggi dan merata.
“Semoga apa yang didapat hari ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi orang tua dan sasaran yang menolak imunisasi HPV ini,”katanya.
Dr dr I Nyoman Gede Anom menegaskan, selama ini Human Papillomavirus (HPV) dikenal sebagai penyebab kanker leher Rahim pada wanita, ternyata HPV berdampak signifikan pada laki-laki dimana 1 dari 3 laki-laki diatas usia 15 tahun terinfeksi HPV dan berkontribusi 40% terhadap kasus kanker terkait HPV di dunia. Kondisi ini menegaskan pentingnya pemahaman imunisasi HPV ini, sebagai pencegahan terhadap kasus HPV pada anak laki-laki.
“Dalam pelaksanaan imunisasi anak laki-laki kelas 5 di sekolah, tentunya Dinas Kesehatan tidak bisa mencapai sendiri, ini sangat perlu didukung oleh lintas sektor dan lintas program. Sehingga kegiatan hari ini kita didukung oleh MSD Indonesia sebagai mitra Kementerian Kesehatan untuk Edukasi Kesehatan dalam Memahami pentingnya Imunisasi HPV bagi anak-laki-laki. Semoga dengan pelaksanaan kegiatan edukasi ini kita selaku petugas kesehatan terdepan dalam pelaksanaan program imunisasi, terbuka dan tercerahkan sebagai persiapan pelaksanaan imunisasi HPV pada anak laki laki sehingga tidak ragu dalam melaksanakan imunisasi HPV pada anak laki-laki dan mencapai hasil cakupan 100 % setiap tahunnya sampai tahun 2030,”paparnya.
Dr dr I Nyoman Gede Anom menambahkan, program imunisasi Kanker Leher Rahim yang biasa disebut Human Papillomavirus (HPV) telah dilaksanakan secara bertahap di Indonesia sejak tahun 2016 di beberapa daerah termasuk Kota Denpasar dan Badung. Kemudian, pemberian imunisasi HPV secara nasional diintroduksi ke dalam program imunisasi sejak tahun 2023, untuk anak perempuan kelas 5 dan 6 SD/MI/sederajat atau anak perempuan usia 11 – 12 tahun bagi anak perempuan yang tidak bersekolah dengan target 90 %. Dari pelaksanaan BIAS HPV tahun 2025 Provinsi Bali mencapai cakupan sebesar 105,91% untuk HPV1 Kelas 5, Kejar HPV Kelas 6 sebesar 53,03% dan Kejar HPV kelas 9 sebesar 71,78%.
“Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim tahun 2023-2030, perlindungan terhadap infeksi HPV melalui imunisasi menjadi salah satu upaya dalam mencapai eliminasi kanker leher Rahim tahun 2030. Sebagai upaya percepatan eliminasi kanker leher Rahim ini direncanakan pemberian imunisasi HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi yang cakupan imunisasi HPVnya diatas 90% yaitu Provinsi Bali, Yogjakarta dan DKI Jakarta,”katanya.***Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
