“Komunikasi interpersonal merupakan suatu bentuk komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain”
Petugas kesehatan termasuk kader kesehatan perlu berkomunikasi dengan sasaran atau masyarakat bukan hanya dalam rangka menyelesaikan tugas tapi juga menjaga hubungan baik atau bertambah akrab dengan masyarakat. Petugas harus berusaha mengenal sasaran/ warga dan keluarganya lebih baik, mendengarkan untuk menghargai dan lainnya. Bahkan, petugas hendaknya jangan datang hanya ketika ada kepentingan pekerjaan saja.
Informasi dari lapangan mengungkapkan sejumlah kelompok masyarakat menunjukkan penolakan saat petugas kesehatan mendatangi kampung untuk imunisasi. Saat petugas mendatangi, warga buru-buru masuk rumah dan menutup rapat pintunya. Pertanyaannya, apabila petugas kesehatan dan masyarakat sudah akrab (seperti: saling menyapa dan mengobrol di Puskesmas atau Posyandu; kenal dengan anak dan keluarganya; menyapa saat di pasar; atau sesekali mampir ke rumahnya), kira-kira apakah petugas kesehatan akan diperlakukan sama? Apakah masyarakat tega menghindar dan menutup pintu?
Proses yang menyenangkan dan menambah keakraban pada dasarnya diperlukan karena orang memiliki remote control dan pagar. Remote control menentukan ke mana arah perhatian seseorang. Kehadiran secara fisik tidak serta merta berarti kehadiran pikiran apalagi hati. Tubuh bisa berada di suatu ruangan tapi pikirannya ke tempat lain. Pagar menghalangi atau menyaring pesan yang datang dari luar. Selama pagarnya berdiri tinggi dan belum terbuka pintunya kemungkinan besar sasaran atau masyarakat tidak akan mengikuti nasihat atau saran petugas.
Pertemuan harus menyenangkan dan menambah keakraban sehingga orang mau menurunkan pagar dan mengarahkan remote control-nya pada petugas sebagai komunikator. Saat senang dan akrab, pesan lebih mudah masuk dan diterima sasaran atau masyarakat. Cara menurunkan pagar atau merebut remote control tidak bisa dengan paksaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi dengan masyarakat sasaran.
Komunikasi interpersonal merupakan suatu bentuk komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. Komunikasi interpersonal berperan untuk saling mengubah dan mengembangkan. Perubahan tersebut melalui interaksi dalam komunikasi, saling memberi inspirasi, semangat dan dorongan sehingga mempengaruhi pemikiran, perasaan, dan sikap seseorang sesuai dengan topik yang dikaji bersama.
Komunikasi interpersonal adalah pertukaran informasi antara seseorang dengan seseorang lainnya atau biasanya diantara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. Komunikasi interpersonal sangat penting, karena prosesnya memungkinkan berlangsung secara dialogis. Komunikasi dialogis adalah komunikasi yang memungkinkan terjadinya pergantian bersama (mutual understanding) dan empati. Komunikasi interpersonal dibandingkan dengan komunikasi lainnya, dinilai paling ampuh dalam kegiatan mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan.
Dalam keseharian, Komunikasi interpersonal dapat berlangsung dalam situasi yang beragam. Misalnya,interaksi satu individu dengan satu individu di sarana kesehatan atau di masyarakat, interaksi dalam kelompok yang kecil, penyuluhan, guru dengan murid, diskusi kelompok, pendidikan sebaya, komunikasi antara orang tua dengan anak atau suami dan istri.
Komunikasi bersama sasaran/masyarakat harus berlangsung dalam situasi yang menyenangkan dan menambah keakraban, semua bicara dan mendengarkan, ke arah aksi, perubahan perilaku dan menyenangkan dan menambah keakraban antara petugas dengan masayarakat sasaran. Komunikasi petugas bersama sasaran atau masyarakat harus menyenangkan dan menambah keakraban satu sama lain. Menyenangkan ditandai dengan senyum, tertawa, suasana rileks, tidak ada tekanan atau ketakutan. Dalam situasi seperti itu, klien atau masyarakat lebih mudah berinteraksi, belajar bersama dan menerima hal-hal baru.
Interaksi juga harus membangun hubungan yang semakin baik atau dengan kata lain, lebih akrab. Interaksi antarmanusia berbeda dengan interaksi dengan mesin, misalnya komputer. Manusia memiliki pikiran, perasaan dan bisa memilih perilakunya sendiri. Sementara, komputer bekerja sesuai dengan instruksi yang diberikan. Hubungan yang akrab dapat membantu proses perubahan perilaku ke arah perilaku yang lebih sehat sesuai dengan tujuan komunikasi.
Dalam kesempatan berkomunikasi semua pihak harus bicara dan saling mendengarkan. Bukan hanya petugas kesehatan yang berbicara panjang lebar, sasaran atau masyarakat pun harus bicara. Apabila sasaran atau masyarakat tidak bicara, maka dia tidak terlibat dalam percakapan. Apabila tidak terlibat, mereka tidak terikat atau berkomitmen pada apapun hasil atau kesepakatan percakapan. Jadi, semua pihak harus bicara dan mendengarkan untuk membangun percakapan bersama. Percakapan yang dibangun bersama akan memunculkan rasa memiliki di antara pihak-pihak yang terlibat dan akhirnya akan muncul komitmen pada kesepakatan yang dihasilkan (Ni Kadek Widiastuti, SKM,MPH, diolah dari berbagai sumber)