Validasi Data Kesehatan dengan SATUSEHAT

Beranda Berita Validasi Data Kesehatan dengan SATUSEHAT
Validasi Data Kesehatan Wujudkan Satu Data Kesehatan di Bali yang Terintegrasi Platform Satu Sehat

“Untuk memantapkan misi pembangunan Bali bidang kesehatan, Kita berkumpul di sini dalam acara pertemuan Validasi Data Kesehatan dengan platform SATUSEHAT. SATUSEHAT merupakan platform digital yang akan mengintegrasikan data rekam medis pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya SATU SEHAT dapat mendorong interoperabilitas data di seluruh ekosistem sektor kesehatan. Saat ini di Provinsi Bali, SATUSEHAT telah terintegrasi dengan 100 puskesmas dan 43 rumah sakit di Bali,”Kata Kepala Dinas Kesehatan (KaDinkes) Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes saat membuka acara Pertemuan Validasi Data Kesehatan yang dilaksanakan di Mercure Resort Bali, Selasa, 28 Maret 2023.

Lebih lanjut, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom mengatakan, acara pertemuan tersebut akan berlangsung dari Selasa 28 Maret 2023 sampai dengan Kamis 30 Maret 2023.

Dalam sambutannya, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom mengungkapkan, Perluasan Implementasi Integrasi SATUSEHAT ini menjadi langkah penting untuk percepatan interoperabilitas antar seluruh sistem kesehatan melalui platform SATUSEHAT sebagai bentuk Transformasi Teknologi Kesehatan yang merupakan bagian dari 6 (enam) pilar Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

“Saat ini platform SATUSEHAT telah terintegrasi antara Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIMPUS) dan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) di wilayah Bali,” katanya.

Dr.dr. I Nyoman Gede Anom menambahkan, Kebijakan SATUSEHAT sejalan dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Bali, utamanya misi ketiga, yaitu mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil dan berkualitas serta didukung dengan pengembangan sistem dan data base riwayat kesehatan Krama Bali berbasis kecamatan.

“Dalam rangka mendukung SATUSEHAT, kita perlu memberikan data dan informasi yang valid. Data dan informasi merupakan sumber daya yang sangat strategis bagi suatu organisasi yang melaksanakan prinsip-prinsip manajemen modern. Di bidang kesehatan, kebutuhan akan data dan informasi yang evidence based sangat penting bagi kita. Data dan informasi bidang kesehatan diperoleh melalui penyelenggaraan sistem informasi kesehatan baik dari fasilitas pelayanan kesehatan, unit-unit kesehatan lainnya, sektor terkait maupun dari berbagai hasil survei,”ujarnya.

Dalam pengumpulan data, imbuh Dr dr I Nyoman Gede Anom, sangat diperlukan pemahaman yang baik tentang SOP pengumpulan, pencatatan dan pelaporan data dan juga Komitmen serta Loyalitas yang tinggi dari pengelola data dalam melaksanakan tugas terkait data dan informasi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah Health Data Security atau keamanan data kesehatan.

“Data kesehatan sangat menarik bagi para hacker untuk diselewengkan. Untuk itu perlu adanya komitmen tinggi dan koordinasi serta komunikasi yang baik dari pemegang kebijakan baik di Kabupaten/Kota, Provinsi serta lintas sektor dalam hal ini Diskominfos dan juga Pusdatin Kemkes, dalam pengelolaan, keamanan data kesehatan serta pemeliharaan server,”katanya.

Di sisi lain, Dr dr Nyoman Gede Anom sangat yakin dengan kegiatan Validasi data kesehatan ini serta didukung semangat kerjasama dan kerja keras dari para peserta semua akan menghasilkan data-data yang akurat, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk Buku Profil Kesehatan. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • Validasi Data Kesehatan _ Kadiskes Bali
  • validasi data kesehatan - narasumber dari BPS
  • validasi data kesehatan - narasumber Kemenkes RI