Tabanan Punya Pengawas Pangan Terlatih

Beranda Berita Tabanan Punya Pengawas Pangan Terlatih

“Hari ini Kabupaten Tabanan memiliki Pengawas Pangan Terlatih. Karena sejak 4 Oktober sampai 7 Oktober Lalu, mereka Kita fasilitasi untuk pelaksanaan pelatihan Pengawas Pangan /District Food Inspector (DFI) di Bapelkesmas ini,”kata Kepala UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali Ni Made Parwati, SKM, M.Kes saat dihubungi Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Senin, 11 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Made Parwati menyampaikan, dirinya memfasilitasi kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalankan tupoksi Bapelkesmas Provinsi Bali. Dimana jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah 20 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tabanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan.

“Saya ditunjuk langsung sebagai panitia pelaksana kegiatan. Dan Kami pun memberikan yang terbaik untuk kegiatan tersebut. Sehingga melalui pelatihan tersebut, semakin banyak tenaga profesional yang bisa diberikan tugas melaksanakan pengawasan intensif terkait makanan di lapangan,”katanya.

Parwati pun mengutif penegasan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat I Made Supardiyadnya, SKM, M.Kes, bahwa bahwa pelatihan DFI tersebut sangat penting dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang ada di Kabupaten Tabanan.

“Kadiskes Tabanan menjelaskan, dengan meningkatnya kualitas PIRT maka derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Saat ini telah dilakukan penilaian terhadap 70 PIRT yang ada di Kabupaten Tabanan, 40 % dari PIRT itu masih memiliki kualitas yang rendah. Sehingga diharapkan dengan pelatihan ini, bisa memberi pemahaman terhadap PIRT tentang standar yang harus dipenuhi sesuai pedoman yang ditetapkan oleh BPOM,”katanya.

Mencermati hal tersebut, imbuh Parwati, Bapelkesmas merasakan bahwa manfaat lembaga ini sangatlah besar. “Kita justru merasa bahwa Bapelkesmas harus terus berkembang dan Kami mengajak semua lembaga pemerintahan memanfaatkan fasilitas Pelatihan yang Kami siapkan,”katanya.

Apalagi, tegas Parwati, semua lembaga yang ada di Bali turut serta memanfaatkan fasilitas yang disediakan Bapelkesmas. Kemudian mereka semua merasakan manfaatnya secara langsung. “Dimana para profesional yang disiapkan sebelumnya tersebut bisa memanfaatkan ilmu yang didapatkan saat pelatihan berlangsung,”katanya.
Salah satunya adalah Pelatihan Pengawas Makanan untuk Kabupaten Tabanan. “Saat ini para pengawas sudah mendapatkan pencerahan pada pelatihan kemarin. Dan mereka siap untuk mengimplementasikan apa yang didapatkan saat mereka mengikuti pelatihan tersebut. Dan tentunya itu akan berpengaruh pada perencanaan program pengolahan Makanan yang dikembangkan di Tabanan. Jadi, semakin sering pengawasan dilakukan, maka semua makanan yang ada di Tabanan akan semakin higienis. Dan tujuan pembangunan di Tabanan segera terwujud,”ungkapnya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

Para Peserta Pelatihan Pengawas Pangan /District Food Inspector (DFI)