Survey Online Cegah Covid-19

Beranda Berita Survey Online Cegah Covid-19
Diseminasi Survey Online ini Bekerjasama dengan IAKMI untuk Mencegah Peningkatan Covid-19 di Bali

Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan berbagai upaya. Salah satu diantaranya adalah menerbitkan Peraturan tentang Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes). Untuk mengetahui seberapa patuhnya Krama Bali menerapkan Prokes sampai saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bai bekerjasama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Pengda Bali telah melaksanakan survey online. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. A. A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. “Kita memang melaksanakan pertemuan terkait hasil survey penerapan Prokes, Jumat 17 September lalu. Hasilnya sungguh luar biasa. Hampir semua responden memahami tentang Informasi Covid-19. Lumayan, 98,3 %,” Jelasnya ketika dihubungi Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Selasa, 21 September 2021.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. A. A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes didampingi oleh Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Pengda Bali, I Made Kerta Duana, S.KM.,MPHM dan diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Prov. Bali, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali.

Juga dihadiri Perwakilan Australia Indonesia Health Security Partnersip (AIHSP), Ketua IAKMI Provinsi Bali, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala UPT Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional, Kepala UPTD Kestrad Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali dan Pejabat Fungsional Ahli Madya di Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dan Ketika membuka acara tersebut ungkap dr Sagung, Ketua IAKMI menekankan betapa pentingnya penggunaan hasil online survey untuk perumusan kebijakan dan strategi pencegahan penularan Covid-19 di masyarakat.

Lebih lanjut dr. Sagung menegaskan, selain 98,3 % responden memahami terkait Covid-19, terutama cara mencegahnya, juga gejala penyakit yang disebabkan covid-19. “Hasil survey selain 98,3 % pengetahuan krama Bali, yang dibacakan oleh Ni Made Kurniati, S.KM.,M.KM, selaku tim peneliti IAKMI Pengda Bali juga terkait sikapnya terhadap penerapan Pencegahan Covid-19. Dimana 96,9 % Responden memiliki sikap yang baik untuk penerapan pencegahan COVID-19,”katanya.

Yang paling membuat terkesan ungkap dr. Sagung adalah Kepatuhan responden dalam menerapkan protokol kesehatan untuk upaya pencegahan COVID-19. “Ini membuat kita benar-benar terkesan. Krena angka 81.8% ini. Akan tetapi, meskipun tingkat kepatuhan tergolong baik, tetapi ada beberapa hal yang perlu ditekankan seperti keikutsertaan dalam upacara keagamaan dan penggunaan masker saat berkunjung ke rumah keluarga/saudara/teman,”jelasnya.

Dokter Sagung juga menuturkan bahwa hasil survey itu juga mengungkapkan Intensitas melakukan kegiatan di luar rumah pada responden kebanyakan 1 kali dalam sehari. Adapun tempat yang paling sering dikunjungi adalah minimarket (65.4%) , rumah keluarga/saudara/teman (62%) dan pasar tradisional (61.9%).
“Untuk media penyebaran informasi terkait dengan COVID-19 yang dirasa efektif oleh masyarakat adalah Media Sosial yang mencakup Instagram, Facebook. WhatsApp, Line, dan lainnya serta Media Konvension al yang mencakup TV, Radio, Koran, dan lainnya.

Di sisi lain, imbuh dr. Sagung, ada beberapa pelanggaran yang masih sering dilakukan responden. Diantaranya, tidak menggunakan masker saat bertemu dengan anggota keluarga lain/teman, menghadiri upacara keagamaan yang mengumpulkan banyak orang serta melakukan aktivitas beper gian walaupun tidak ada kebutuhan yang mendesak.

“Oleh sebab itu, tegas dr. Sagung, Konsistensi penyampaian informasi dan update informasi yang disam paikan sangat penting untuk diterapkan. Sehingga masyarakat juga tetap konsisten dalam menerapkan upaya pencegahan COVID-19 dengan upaya yang tepat. “Penekanan informasi pada beberapa aspek yang masih dipahami dan disikapi secara keliru oleh masyarakat harus segera dibenahi. Yang paling utama adalah Keterlibatan masyarakat di tingkat desa/kelurahan dan desa adat sangat diperlukan untuk penyebaran informasi serta monitoring perilaku masyarakat dalam melakukan aktivitas keagamaan dan aktivitas lain yang mengumpulkan orang banyak,”katanya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

pelaksanaan survey online
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. A. A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes Memimpin Penyampaian Hasil Diseminasi Survey Online Kepatuhan Prokes