Rakontekper Kesehatan II

Beranda Berita Rakontekper Kesehatan II
Dalam Rakontekper Kesehatan II, Dr. dr. Nyoman Gede Anom Berpesan, 6 Pilar YANKESMAS Harus Dibangun Serius di Bali

“Kita harus mencermati dan membangun 6 pilar Pelayanan Kesehatan Masyarakat (YANKESMAS) di Bali, yakni transformasi pelayanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan,”kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. Nyoman Gede Anom, M.Kes dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kesehatan I Made Suwitra, SKM, M.Si, saat membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Kesehatan II (Rakontekper Kesehatan II), di Hotel EPISODE Kuta, Rabu, 19 Oktober 2022 lalu.

Lebih lanjut, Dr. dr. Nyoman Gede Anom menyampaikan, Isu strategis bidang kesehatan saat ini masih terkait Digitalisasi Pelayanan Kesehatan, Jaminan Kesehatan Semesta, Pelayanan Kesehatan Tradisional yang Terintegrasi.

“Yang paling penting adalah terealisasinya kualitas pelayanan kesehatan berstandar internasional, Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu menuju Safe Community, Percepatan pengendalian dan penanganan COVID-19 serta Percepatan penurunan stunting,”jelasnya.

Dalam upaya percepatan tercapainya Visi Pemerintah Provinsi Bali, yang dikaitkan dengan isu strategis, lanjut Nyoman Gede Anom, maka dilaksanakanlah program-program prioritas di bidang kesehatan, diantaranya Pengembangan SIK-KBS, memantapkan pelaksanaan JKN-KBS, memantapkan pelaksanaan Sistem Rujukan terintegrasi, mempercepat penyelesaian penanganan stunting, percepatan pelaksanaan program Pelayanan kesehatan tradisional Bali, pengembangan industri kesehatan tradisonal Bali, meningkatkan penanganan COVID-19 serta meningkatkan upaya promosi kesehatan.

Acara tersebut diikuti semua pengelola Program serta Dinas Kesehatan 9 Kabupaten Kota dan berlangsung selama 4 hari yaitu 19 Oktober – 22 Oktober 2022.

Dalam upaya pelaksanaan program prioritas tersebut tentunya perlu dilakukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas, baik secara horizontal lintas program dan sektoral maupun secara vertikal antar Pusat dan Daerah Provinsi serta Kabupaten/Kota utamanya pada tahap perencanaan dan penganggaran.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Made Suwitra menambahkan dalam Rakontek Perencanaan II, tahun 2023 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD Provinsi Bali serta Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk mencapai seluruh target pada program serta kinerja Bidang Kesehatan. “Oleh sebab itu, sangat penting untuk kita memetakan segela sumber daya pendukung terutama sumber anggaran untuk pencapaian semuruh target tersebut. Salah satu sumber anggaran terpenting untuk pembiayaan seluruh kebijakan dan kegiatan di bidang kesehatan adalah Dana Transfer Daerah dan salah satunya adalah DAK,”paparnya.

Terkait dengan Dana Alokasi Khusus tersebut Dr.dr. Nyoman Gede Anom juga menyampaikan, saat ini Dinas Kesehatan segera memasuki fase penyusunan Rencana Kegiatan DAK Fisik dan Non Fisik TA. 2023. “Besar harapan saya, kita bersama dapat mengawal dengan baik proses penyusunan Rencana Kegiatan bersumber anggaran DAK Fisik dan Non Fisik, sehingga hal-hal yang sudah direncanakan dan diusulkan untuk memenuhi kebutuhan daerah dapat diakomodir sepenuhnya oleh Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, Bappenas dan Kementerian Keuangan,”katanya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)

  • Rakontek  II
  • Rakontek II
  • Narasumber pusat rakontek kesehatan II
  • Narasumber BPKAD Rakontek Kesehatan II
  • Narasumber dari Bappeda Rakontek Kesehatan II