Kadiskes Provinsi Bali Ajak Stakeholder, Menemukan, obati, cegah, dan tuntaskan TBC, Malaria dan HIV-AIDS

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 21 September 2026
Sedang Mendengarkan
Kadiskes Provinsi Bali Ajak Stakeholder, Menemukan, obati, cegah, dan tuntaskan TBC, Malaria dan HIV-AIDS
HIV-AIDS Tuberkulosis Malaria

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes  mengajak stakeholderbekerja bersama dengan semangat “temukan, obati, cegah, dan tuntaskan”, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat, produktif, dan terbebas dari penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka acara Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM & Kebijakan Nasional Tingkat Provinsi Bali di Four Star by Trans Hotel Jl. Raya Puputan No.200, Renon, Denpasar, Jumat 18 September 2026.

Lebih lanjut, Dr dr I Nyoman Gede Anom mengatakan, penanggulangan HIV-AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) menjadi salah satu program prioritas Nasional dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dan sudah diketahui bersama, bahwa Pemerintah Indonesia termasuk Pemerintah Provinsi Bali bersama masyarakat telah memiliki komitmen kuat untuk mencapai Eliminasi ATM pada tahun 2030. 

Penemuan kasus HIV baru di Provinsi Bali pada bulan Januari s.d. Agustus 2026 sebanyak 1.355 orang dengan 917 orang sudah memulai pengobatan ARV. Penemuan kasus TBC sebanyak 3.210 kasus (54%) dari estimasi kasus 5.968 dan Penemuan kasus Malaria sebanyak 46 kasus terbanyak dari Kota Denpasar sebanyak 16 kasus, Tabanan 8 kasus, Badung 12 kasus, Buleleng 7 kasus, Gianyar sebanyak 2 kasus, dan Jembrana sebanyak 1 kasus, keseluruhan kasus merupakan kasus import,”katanya.

Dr dr I Nyoman Gede Anom pun mengungkapkan bahwa Tuberkulosis, dan Malaria masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian dan kerjasama semua pihak. Ketiga penyakit ini bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya. 

Dalam upaya pengendalian HIV-AIDS, kita perlu terus meningkatkan pencegahan, penemuan kasus secara dini, pengobatan yang berkesinambungan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Pengendalian Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan komitmen bersama. Penemuan kasus secara aktif, diagnosis dan pengobatan yang tepat, kepatuhan minum obat, serta pencegahan penularan harus terus kita tingkatkan. Dan pengendalian Malaria, khususnya Bali sebagai daerah yang telah mencapai eliminasi, tantangan kita bukan berarti telah selesai. Kita harus mempertahankan status eliminasi melalui surveilans yang kuat, kewaspadaan terhadap kasus impor, penyelidikan epidemiologi, pengendalian vektor, serta tata laksana kasus yang cepat dan tepat,”paparnya.

Melalui Pertemuan ini, Dr dr I Nyoman Gede Anom berharap bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi forum untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, koordinasi, inovasi, dan komitmen bersama dalam mencapai target pengendalian HIV-AIDS, mempercepat eliminasi Tuberkulosis serta mempertahankan eliminasi Malaria.*** Tim Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Ditulis oleh Admin Diterbitkan pada 21 September 2026 Diperbaharui pada 22 September 2026