Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga TBC, Dinkes Provinsi Bali Gelar PPK, Monev dan PPM Program TBC Tahun 2026

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 22 Oktober 2026
Sedang Mendengarkan
Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga TBC, Dinkes Provinsi Bali Gelar PPK, Monev dan PPM Program TBC Tahun 2026

Dalam rangka mengevaluasi Pembentukan Desa Siaga TBC sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali  melaksanakan Pertemuan Penguatan Koordinasi (PPK), Monitoring, dan Evaluasi (Monev) Public Private Mix (PPM) Program TBC di Provinsi Bali Tahun 2026, yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu Selasa 20 Oktober 2026 sampai dengan Kamis 22 Oktober 2026 di Hotel Neo, Jl. Gatot Subroto Barat, Padangsambian Kaja, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar, secara  luring. Pertemuan dibuka langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes. 

Dalam sambutannya, Dr dr I Nyoman Gede Anom menegaskan, upaya mencapai Eliminasi TBC pada tahun 2030 telah dikeluarkan melalui Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Dimana, didalamnya telah mengatur Strategi Nasional Eliminasi TBC melalui penguatan komitmen dan kepemimpinan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Kota, serta peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan, dan multisektor lainnya dalam penanggulangan TBC. 

“Dalam rangka mencapai visi bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas tahun 2025, Presiden Republik Indonesia memiliki Program Hasil terbaik Cepat (PHTC)/Quick Win yang dimana salah satu programnya adalah menurunkan Kasus TBC 50% dalam 5 tahun. Pembentukan Desa Siaga TBC menjadi salah satu gerakan untuk mendukung upaya bersama dalam mencapai eliminasi TBC dan menyukseskan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia untuk menuntaskan TBC,’katanya.

Dr dr I Nyoman Gede Anom juga mengungkapkan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melaksanakan kegiatan Pertemuan Penguatan Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi     Public-Private Mix (PPM) Program TBC yang pertama, tanggal 14-16 Juli 2026 sebagai langkah awal memperkuat koordinasi, membangun komitmen, serta menyamakan pemahaman mengenai peran masing-masing pihak dalam penanggulangan TBC di Provinsi Bali khususnya terkait pembentukan Desa Siaga TB.

“Setelah Kita melaksanakan kegiatan pertama tersebut, tentunya kita berharap sudah terdapat perkembangan dalam implementasi di lapangan. kita perlu melihat sejauhmana hasil pertemuan pertama telah ditindaklanjuti, memastikan bahwa komitmen yang telah dibangun tidak berhenti pada diskusi, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata di tingkat desa. Pertemuan kedua ini menjadi kesempatan mengevaluasi perkembangan, mengidentifikasi kendala, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah-langkah yang lebih konkret agar pembentukan dan pengembangan Desa Siaga dapat berjalan secara berkelanjutan,”katanya.

Dr dr I Nyoman Gede Anom berharap agar semua peserta bisa mengikuti acara dengan baik serta selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,  selalu diberikan kesehatan yang prima, sehingga tetap bisa berkarya untuk negeri ini, semangat  menghasilkan kemajuan dalam program penanggulangan TBC di Provinsi Bali, untuk menuju Bali dan Indonesia eliminasi TBC tahun 2030 dan bebas TBC tahun 2050.***Tim Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Ditulis oleh Admin • Diterbitkan pada 22 Oktober 2026 • Diperbaharui pada 22 Oktober 2026