UPTD Kesehatan Tradisional Provinsi Bali Edukasi Masyarakat Jaga Kesehatan Ginjal Secara Alami

Beranda Daftar Berita Kegiatan Artikel UPTD Kesehatan Tradisional Provinsi Bali Edukasi Masyarakat Jaga Kesehatan Ginjal Secara Alami

Peringati Hari ginjal Sedunia 2026,UPTD Kesehatan Tradisional Provinsi Bali Edukasi Masyarakat Jaga Kesehatan Ginjal Secara Alami

Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada hari Kamis 12 Maret 2026 Dinas Kesehatan Provinsi Bali melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesehatan Pengobatan Tradisional (UPTD Kestrad) turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis pelayanan kesehatan tradisional.
Tim Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali Yuniambara melakukan wawancara dengan Kepala UPTD Kestrad, Ibu Ayu Rai Andayani R, SKM.,MScPH, untuk menggali bagaimana pelayanan kesehatan tradisional dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan ginjal masyarakat.

Menurut Ibu Ayu Rai, pendekatan kesehatan tradisional Bali memiliki filosofi keseimbangan unsur alam yang sangat relevan dengan upaya menjaga fungsi organ tubuh, termasuk ginjal. “Dalam pengobatan tradisional Bali dikenal konsep keseimbangan unsur Panca Mahabhuta. Ketika keseimbangan ini terjaga melalui pola hidup yang selaras dengan alam, maka fungsi organ tubuh termasuk ginjal dapat dipertahankan dengan lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional yang tersedia di UPTD Kestrad tidak dimaksudkan menggantikan pelayanan medis modern, melainkan menjadi pendukung promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan UPTD Kestrad, I Wayan Sukeria, SKM.,M.Sos yang juga berkecimpung sebagai praktisi pelayanan kesehatan tradisional menjelaskan bahwa dalam pelayanan sehari-hari, terdapat beberapa metode yang digunakan untuk membantu menjaga kesehatan ginjal secara alami.

Menurutnya, pendekatan tersebut meliputi pemanfaatan tanaman obat tradisional, terapi akupresur, serta edukasi pola hidup sehat. “Salah satu pendekatan yang sering kami edukasikan kepada masyarakat adalah pemanfaatan tanaman herbal yang bersifat diuretik alami seperti kumis kucing dan akar alang-alang. Tanaman ini secara tradisional dikenal membantu melancarkan buang air kecil dan menjaga kesehatan saluran kemih,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan pemanfaatan ramuan herbal seperti kunyit dan temulawak yang memiliki sifat antiinflamasi serta berpotensi membantu melindungi jaringan tubuh dari stres oksidatif.

UPTD Kestrad juga memperkenalkan teknik akupresur sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Salah satu titik yang sering diperkenalkan adalah titik Taixi (KI3) yang berada di antara mata kaki bagian dalam dan tendon Achilles. “Pijatan lembut pada titik tersebut selama beberapa menit dipercaya dapat membantu memperkuat energi ginjal serta mendukung keseimbangan fungsi tubuh,” jelas Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan.

Pentingnya Pendampingan Tenaga Kesehatan
Meski demikian, pihak UPTD Kestrad menegaskan bahwa pemanfaatan pengobatan tradisional tetap harus dilakukan secara bijak dan didampingi oleh tenaga kesehatan yang kompeten.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan Griya Sehat Bali Dwipa Usadha yang terdapat di UPTD Kestrad yang terletak di Jl Cut Nyak Dien No 1 Denpasar, serta menghindari konsumsi obat tradisional yang tidak memiliki izin atau mengandung bahan kimia obat (BKO).
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga gaya hidup sehat seperti:
• Mengonsumsi air putih yang cukup
• Menjaga pola makan seimbang
• Melakukan aktivitas fisik secara teratur

Menutup wawancara tersebut, Kepala UPTD Kestrad Ibu Ayu Rai Andayani R, SKM.,MScPH menyampaikan pesan bahwa kesehatan ginjal dapat dijaga melalui kesadaran masyarakat untuk hidup selaras dengan alam.

“Sehat itu dimulai dari kesadaran. Dengan memadukan kemajuan medis modern dan kearifan pengobatan tradisional Bali, kita dapat menjaga kesehatan ginjal sejak dini,” pungkasnya.***UPTD Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Tim Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali

Skip to content