Mantapkan Pelayanan Primer Kesehatan, Kadiskes Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom Sampaikan Empat Poin Penting
Untuk memantapkan Pelayanan Kesehatan Primer, Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI menggelar acara Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Program Scale Up Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer di Lokus D2H Global Fund Tahun 2025 di HARRIS Hotel & Residences Sunset Road – Bali Jl. Pura Mertasari Jl. Sunset Road, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Minggu, 23 November 2025.
Dalam Sambutannya, Kadiskes Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes mengungkapkan, terdapat beberapa poin penting yang perlu menjadi catatan untuk meningkatkan Pelayanan Kesehatan Primer, diantaranya Evaluasi ini adalah momen koreksi dan penguatan, Kolaborasi lintas sektor harus semakin nyata, Exit Plan daerah wajib dipersiapkan dengan baik serta Penguatan SDM menjadi penentu keberhasilan.
Dr dr I Nyoman Gede Anom pun menjabarkan 4 poin penting tersebut satu persatu. mulai dari evaluasi ini adalah momen koreksi dan penguatan. Dimana pada poin ini memastikan capaian implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) benar-benar optimal baik dari sisi layanan, pencapaian indikator, maupun penggunaan anggaran dari Global Fund (GF) dan non-GF. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci keberlanjutan.
“Pada poin berikutnya lebih menekankan Kolaborasi lintas sektor harus semakin nyata. Ini menunjukkan peran desa, posyandu, dan kader perlu kita pastikan menyatu dengan mekanisme ILP. Regulasi sudah tersedia, arah sudah jelas—tinggal konsistensi dan kedisiplinan implementasi,”katanya.
Pada Poin selanjutnya, Dr dr I Nyoman Gede Anom menjelaskan, Exit Plan daerah wajib dipersiapkan dengan baik. Pendanaan GF bersifat katalis. Tugas kita adalah memastikan bahwa setelah dukungan hibah ini selesai, ILP tetap berjalan kuat dengan dukungan daerah.
“Yang terpenting juga adalah penguatan SDM menjadi penentu keberhasilan. Tanpa tenaga kesehatan dan pengelola program yang kompeten, ILP hanya akan menjadi konsep di atas kertas. Karena itu, pengembangan kapasitas harus berjalan bersamaan dengan integrasi layanan,”jelasnya.
Dr dr I Nyoman Gede Anom menjelaskan, Pertemuan selama tiga hari ke depan Ini adalah kesempatan emas untuk belajar satu sama lain. Kita semua sepakat memastikan masyarakat mendapat Pelayanan Kesehatan Primer yang lebih mudah, lebih dekat, dan lebih bermutu.
“Melalui dukungan pendanaan Debt to Health Global Fund (GF–D2H), diharapkan memiliki kesempatan mempercepat konsolidasi ILP di 10 lokus yang menjadi fokus tahun 2025. Bali menjadi tuan rumah pelaksanaan evaluasi ini, tidak hanya sebagai lokasi, tetapi juga sebagai komitmen daerah untuk terus memperkuat kualitas layanan primer.,”katanya.
Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer imbuh Dr dr I Nyoman Gede Anom adalah transformasi fundamental. ILP bukan sekadar penyederhanaan layanan, melainkan perubahan paradigma dalam cara kita melayani masyarakat lebih terpadu, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan. Dalam Pertemuan ini, Saya ingin mengajak kita semua menjaga komitmen bersama menjalankan ILP dengan disiplin, sinergi, dan ketulusan, maka transformasi layanan primer bukan hanya target tetapi kenyataan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,”paparnya.***Tim Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.