Kadiskes Provinsi Bali Sampaikan Apresiasi Gubernur Atas Kegiatan Ilmiah UNBI

Beranda Daftar Berita Kegiatan Berita Kadiskes Provinsi Bali Sampaikan Apresiasi Gubernur Atas Kegiatan Ilmiah UNBI

Kadiskes Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom Sampaikan Apresiasi Gubernur Atas Kegiatan Ilmiah UNBI

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes menyampaikan apresiasi tinggi Gubernur Bali kepada Universitas Bali Internaional atas penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang dapat memberikan kontribusi positif untuk pengobatan. Hal ini disampaikan saat mewakili Gubernur membuka acara seminar persiapan pembentukan Fakultas Kedokteran Universitas Bali Internasional (UNBI), berkolaborasi dengan Kalbe Farma dengan topik: “Promotif dan Preventif Penyakit Infeksi pada Kedokteran Pariwisata: Adakah Peran Sel Punca?”di Aula Universitas Bali Internasional Jl.Seroja, Gang Jeruk No.9A, Kelurahan Tonja, Denpasar, Jumat, 23 Januari 2026

Dr. dr. I Nyoman Gede Anom menjelaskan, Penyakit-penyakit infeksi adalah sebuah permasalahan kesehatan klasik yang masih tetap ada karena kita berada di wilayah tropis. Kewaspadaan terhadap penyakit-penyakit infeksi sampai saat ini masih terus diperkuat apalagi Bali selalu menjadi sorotan bila ada penyakit infeksi yang sedang merebak di Indonesia dan dunia global.

“Untuk itu mitigasi dan kewaspadaan terhadap penyakit infeksi wajib diperkuat apalagi yang berpotensi menjadi wabah. Penguatan dilakukan di semua lini mulai pintu masuk, fasilitas kesehatan hingga komunitas atau kelompok masyarakat. Para ahli dan akademisi mengambil peran dalam menemukan metode pengobatan baru untuk penanganan penyakit infeksi dan penyakit non infeksi,”katanya.

Gubernur Bali melalui Kadiskes juga mengungkapkan, Kesehatan adalah sektor prioritas secara nasional dan lokal Bali. Berbagai program telah dirancang dengan tujuan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Kebijakan sektor kesehatan di Provinsi Bali sejalan dengan program prioritas nasional tetapi Bali memiliki potensi dan kearifan lokal, yang terus dikembangkan untuk menjadi unggulan dalam layanan kesehatan.

“Salah satu potensi tersebut adalah pengobatan tradisional asli Bali meliputi ramuan ataupun teknik pengobatan. Dan tentu saja kita semua ketahui Bali memiliki keunggulan di sektor pariwisata, sehingga sangat tepat apabila Bali menjadi pusat pengembangan health tourism. Kesehatan wisata yang berbasis kearifan lokal Bali tapi terstandar nasional dan internasional. Kita semua harus optimis hal ini dapat terwujud. Tetapi komitmen dan usaha dari Pemerintah saja tidaklah cukup, dibutuhkan dukungan dari jejaring salah satunya adalah akademisi. Karena dari akademisi lahir berbagai ide, inovasi dan penelitian ilmiah,”paparnya.
Terapi stem cell lanjut Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, bukan merupakan hal baru, di negara-negara maju terapi ini sudah banyak dilakukan. Di Indonesia perkembangan sudah sangat baik meskipun layanan stem cell masih terbatas. Kami berharap Bali dapat juga dilibatkan dalam pengembangan layanan stem cell sebagai bagian dari health tourism. Dengan sumber daya pendukung yang ada saat ini tentu Bali siap untuk hal tersebut.***Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Skip to content