Kusta: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Beranda Daftar Berita Kegiatan Artikel Kusta: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Kusta: Penyebab, Gejala dan Pencegahannya

Penyakit Kusta/ Morbus Hansen/Lepra merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini mengalami proses pembelahan cukup lama sekitar 2-3 minggu, dan dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama 9 hari. Masa inkubasi kuman kusta sampai menimbulkan gejala klinis adalah 2-5 tahun bahkan lebih.

Maulita Ferdiandana Yunar, AMK dari RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam situs https://keslan.kemkes.go.id/ menyebutkan bahwa organ tubuh manusia yang diserang oleh bakteri kusta antara lain kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan. Kusta menular melalui kontak erat dan lama dengan penderita yang belum diobati, terutama melalui percikan cairan pernafasan saat batuk atau bersin yang kaya akan bakteri kusta.
Gejala kusta berupa bercak kulit yang mati rasa, dapat menyerupai panu, kulit menebal, kaku dan kering, benjolan yang tidak nyeri di wajah atau daun telinga, kerontokan pada rambut alis, hidung tersumbat, kelemahan dan mati rasa pada tangan, tungkai dan kaki.

Penyakit kusta dapat disembuhkan dan jarang mengakibatkan kematian. Pengobatan yang terlambat karena keterlambatan diagnosis atau pengobatan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dapat menimbulkan kecacatan baik pada mata, tangan dan kaki. Kecacatan inilah yang menimbulkan dampak diskriminasi pada penderita kusta yang dapat mengganggu kondisi psikologisnya.

 Saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah Kusta. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat merupakan upaya terbaik untuk mencegah komplikasi dan penularan kusta. Gerakan terpadu untuk memberikan informasi mengenai penyakit Kusta kepada masyarakat, terutama di daerah endemik, merupakan langkah penting agar para penderita mau memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan.

Pemberian informasi ini juga diharapkan dapat menghilangkan stigma negatif tentang Kusta dan diskriminasi terhadap penderita Kusta.***keslan.kemenkes. Humas Dinas kesehatan Provinsi Bali.

Skip to content