23 August 2026
  • 2:40 pm Mari Cegah Penyebaran Kanker Melalui Imunisasi HPV Mulai Agustus 2026
  • 9:57 am UPTD Kestrad Dinkes Provinsi Bali Gelar Yoga Bersama
  • 12:27 pm Dinas Kesehatan Provinsi Bali Gelar Rakorkesda
  • 11:44 am Dinkes Provinsi Bali Gelar Workshop Audit Internal  Perinatal Surveilans dan Respons
  • 12:29 pm Kadiskes Harapkan Imunisasi HPV pada Anak Laki-laki di Bali Sukses

Human Papillomavirus (HPV) merupakan virus yang menjadi penyebab utama penyakit kanker serviks pada perempuan. Selain itu, infeksi virus HPV juga dapat menyebabkan berbagai jenis kanker pada laki-laki, seperti kanker anus, kanker penis, kanker orofaring (mulut dan tenggorokan), serta kutil kelamin.

Sebagai upaya untuk mendukung eliminasi kanker yang disebabkan oleh virus HPV, akan dilaksanakan imunisasi HPV bagi anak laki-laki dimulai pada bulan Agustus 2026 bersamaan dengan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa laki-laki usia kelas 5 SD/MI/Sederajat di 3 (tiga) provinsi terpilih yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, serta mendapat dukungan dari para orang tua dan masyarakat. Sementara itu, program imunisasi HPV pada perempuan yang sudah berjalan selama ini tetap diberikan kepada anak perempuan yang berada di usia kelas 5 SD/MI/Sederajat. Pada tahun 2026 ini, jumlah sasaran imunisasi HPV di Provinsi Bali yaitu sebanyak 29.818 laki-laki dan 28.573 perempuan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Bali akan melaksanakan kegiatan Imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki sebagai bagian dari upaya memperluas perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Program imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Indonesia telah dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2016. Pada tahun 2023, imunisasi HPV mulai dilaksanakan secara nasional dengan target sasaran anak perempuan kelas 5 dan 6 SD/MI/Sederajat. Kemudian mulai pada tahun 2025, imunisasi HPV diberikan sebanyak 1 (satu) dosis untuk menyesuaikan rekomendasi pemberian satu dosis imunisasi HPV dari WHO. Pada tahun 2025 juga, pemberian imunisasi kejar diberikan pada anak perempuan kelas 6 SD/MI/Sederajat (12 tahun) apabila tahun sebelumnya belum menerima imunisasi HPV serta kelas 9 SMP/MTs/Sederajat (15 tahun) jika belum pernah menerima imunisasi HPV sebelumnya.

Imunisasi HPV telah melalui berbagai penelitian ilmiah dan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang efektif dalam mencegah penyakit akibat infeksi HPV. Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses pelayanan imunisasi dilakukan sesuai standar pelayanan dan prosedur keamanan. Petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua mengenai manfaat imunisasi, kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), serta pentingnya melengkapi jadwal imunisasi. Dinas Kesehatan mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan dukungan terhadap program imunisasi HPV sebagai bentuk perlindungan kesehatan anak sejak dini. Melalui pelaksanaan imunisasi HPV pada anak laki-laki, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terlindungi dari penyakit akibat HPV sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas.

Imunisasi HPV merupakan bagian dari program imunisasi nasional yang bertujuan memberikan perlindungan terhadap infeksi penyakit akibat Human Papillomavirus. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan angka kejadian penyakit terkait HPV dapat terus menurun di Indonesia.
***Sumber : Release Dinkes Provinsi Bali.

diskes_admin

RELATED ARTICLES