23 July 2026
  • 12:27 pm Dinas Kesehatan Provinsi Bali Gelar Rakorkesda
  • 11:44 am Dinkes Provinsi Bali Gelar Workshop Audit Internal  Perinatal Surveilans dan Respons
  • 12:29 pm Kadiskes Harapkan Imunisasi HPV pada Anak Laki-laki di Bali Sukses
  • 8:23 pm Kadiskes  Sampaikan Pesan Penting Saat Pengambilan Sumpah Janji dan Penggelaran Dokter Gigi Baru Unmas ke-84
  • 1:29 pm Dr dr I Nyoman Gede Anom ; ITEKES Harus Tingkatkan Terus Kualitas Pendidikan ke Depan

Kadiskes Wakili Gubernur Bali, Buka Acara Bali Stroke Care 2025

Bali Kembangkan Misi  ke-4 dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bidang Kesehatan

 

”Pemerintah Provinsi Bali memiliki visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”.Untuk menjalankan visi visi tersebut ada 22 misi, dimana sektor kesehatan ada di misi keempat yaitu mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil, dan berkualitas,” Kata Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Bali Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes, M.Kes,  saat membuka acara Seminar dan Wokrshop Bali Stroke Care 2025 yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Bersama di Bale Banjar Room Hotel Le Meridien Jimbaran,  Kamis, 8 Mei 2025.

Lebih lanjut  Gubernur Bali I Wayan Koster yang diwakili Kadiskes Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes menyampaikan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat ini juga mengembangkan transformasi layanan rujukan dengan salah satu pilarnya adalah Transformasi Sistem Kesehatan, dimana yang menjadi fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas, akses, dan efisiensi layanan di fasilitas kesehatan rujukan termasuk rumah sakit.

“Salah satu Transformasi layanan rujukan itu adalah layanan rujukan untuk Stroke dalam upaya meningkatkan respon cepat dan efektif terhadap penyakit stroke yang merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia. Penyakit Stroke bisa menyerang siapa saja mulai dari remaja hingga lansia, sehingga gejala stroke harus dikenali sedini mungkin agar segera mendapat  penanganan yang tepat,”katanya.

Dalam acara yang dihadiri oleh Kepala BPBD Provinsi Bali, Ketua PMI Provinsi Bali, Ketua Persi Bali, Ketua Perdosni Bali dan Kadiskes 9 Kabupaten Kota, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes memaparkan data survey Kesehatan Indonesia 2023. Dari hasil survey tersebut diungkapkan prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Pembiayaan stroke menjadi penyakit dengan pengeluaran terbesar ketiga setelah penyakit jantung dan kanker.

“Saat ini RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah merupakan rumah sakit rujukan nasional yang sudah mengembangkan layanan stroke komprehensif dan menjadi pusat pengampuan layanan stroke Tingkat Paripurna untuk wilayah regional Bali, NTB, dan NTT sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1277/2024,”ungkapnya.

Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes mengungkapkan, saat ini semua RSUD di Bali sudah memiliki sarana, prasarana, SDM dan alat kesehatan untuk memberikan layanan stroke. Layanan Stroke dengan Strata Utama yaitu RSUD Bali Mandara dimana sudah mendapatkan bantuan pengadaan Cathlab dari Kementerian Kesehatan tahun 2023, dan sudah operasional di tahun 2024 dengan melakukan DSA ( Digital Subtraction Angiography) untuk mendiagnosis dan melakukan intervensi langsung pada penyumbatan atau aneurisma yang menyebabkan stroke. Tingkat Strata Madya adalah RSUD Buleleng, RSUD Tabanan, RSD Mangusada, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Wangaya, RSUD Klungkung, RSUD Bangli, RSUD Karangasem, dan RSUD Negara. Semua rumah sakit daerah tersebut terus berbenah dan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dalam pengobatan Stroke.

“Kami Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik kegiatan Bali Stroke Care tahun 2025 ini, besar harapan kami dengan dibukanya Bali Stroke Care ini akses masyarakat terhadap layanan stroke lebih cepat dan mudah, dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke, terjadinya peningkatan kualitas hidup bagi penyintas stroke, dapat memberikan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang stroke, serta tersedianya layanan kesehatan bertaraf Nasional bahkan Internasional di Provinsi Bali,”jelasnya.

Kadiskes Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes menyampaikan harapan Gubernur Bali, semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining dan penanganan yang cepat dan tepat terhadap penyakit stroke sehingga dapat mencegah kecacatan bahkan kematian. Mewujudkan Krama Bali yang sehat dan sejahtera merupakan visi yang komplek dan multi dimensi yang membutuhkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak yang terkait, sehingga Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak penyelenggara kegiatan ini.***Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali

diskes_admin

RELATED ARTICLES