Untuk menyamakan persepsi serta membangun komitmen bersama, dalam meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan di Provinsi Bali, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda) Provinsi Bali di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, Jln Gumitir 135 Biaung Kesiman Kertalangu Denpasar, Selasa, 21 Juli 2026.
Acara dibuka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes, dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan 9 Kabupaten Kota, Para Kelompok Ahli Kesehatan Provinsi Bali, Direktur RSUD Bali Mandara Provinsi Bali, Direktur Rumah Sakit Mata Bali Mandara Provinsi Bali, Direktur Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama, Direktur Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya, Pejabat Administrator di Provinsi Bali, para Kepala Bidang di lingkungan Dinas Kesehatan serta yang lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr dr I Nyoman Gede Anom menegaskan bahwa rapat koordinasi ini memiliki arti yang sangat penting sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembangunan kesehatan di Provinsi Bali.
“Tantangan sektor kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan pola penyakit, tuntutan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pemerataan sumber daya manusia kesehatan, transformasi digital, hingga optimalisasi pembiayaan kesehatan. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, rumah sakit, puskesmas, organisasi profesi, institusi pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Bali,”katanya.
Dr dr I Nyoman Gede Anom juga menyampaikan bahwa Pemerintah telah menetapkan transformasi sistem kesehatan sebagai arah Pembangunan Nasional yang meliputi, transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, serta transformasi teknologi kesehatan. Seluruh transformasi tersebut harus mampu diimplementasikan sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat Bali.
“Selain itu, kita juga dihadapkan pada berbagai program prioritas nasional maupun daerah yang memerlukan koordinasi lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan, antara lain penguatan pelayanan kesehatan primer, percepatan penurunan stunting, eliminasi penyakit menular tertentu, pengendalian penyakit tidak menular, peningkatan cakupan imunisasi, penguatan sistem rujukan, pemenuhan tenaga kesehatan, serta penguatan sistem informasi kesehatan yang berkualitas. Sejalan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, pembangunan kesehatan diarahkan untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali melalui peningkatan kualitas hidup, pelestarian lingkungan, penguatan pelayanan publik, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan program kesehatan hendaknya tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan pembangunan Bali,”paparnya.
Dr dr I Nyoman Gede Anom berharap seluruh peserta dapat mengikuti rapat koordinasi ini secara aktif, memberikan masukan yang konstruktif, serta bersama-sama menyusun solusi terhadap berbagai isu strategis yang berkembang.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat Bali,”tegasnya.***Tim Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali.