Bali Terbebas HIV-AIDS 2030

Beranda Berita Bali Terbebas HIV-AIDS 2030
Percepat Capaian Terbebas HIV 2030, Kadiskes Bali dr. Anom Siap Maksimalkan Layanan ATM di Bali

“Kami menyambut baik adanya pertemuan Sosialisasi Penguatan Sistem Kesehatan melalui RSSH Project untuk HIV-AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM). Dimana Kita di Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah berupaya menyiapkan Layanan serta pelatihan bagi Petugasnya secara maksimal, “Kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M. Kes Ketika membuka acara Pertemuan Sosialisasi Penguatan Sistem Kesehatan melalui RSSH Project untuk AIDS, Tuberkulosis dan Malaria secara daring, Jumat 22 April 2022.

Pelatihan itu dilaksanakan Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) atas dukungan Kemendagri dan Kemenkes. Acara tersebut dimoderatori Drs Made Efo Suarmiartha (Forum Peduli AIDS Bali) serta dihadiri oleh, Wakil Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda se-Bali, Kepala Dinas Kesehatan se-Bali, Kepala Bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Pendiri YCUI yang juga penemu pertama HIV-AIDS di Indonesia Prof Dr Tuti Parwati Merati SPPD, KPTI, Sekretaris KPA 9 Kabupaten Kota, Pengelola Program KPA Provinsi Bali, Sekjen JIP, Ketua PKVHI Bali, IPPI Bali, OPSI Bali, Yayasan Gaya Dewata, Inti Muda, Meteor, Adinkes Bali sendiri dan Resilient And Sustainabel SystemFor Health (RSSH) Bali.

Lebih lanjut, Dr. dr I Nyoman Gede Anom, M.Kes menegaskan, jumlah layanan Program HIV-AIDS dan PIMS di Bali saat ini adalah sebagai berikut : layanan Tes sebanyak 153 buah, Layanan PDP (Test And Treat) berjumlah 33 Buah, Layanan Tes IMS sebanyak 109 buah, layanan PPIA sebanyak 7 Buah dan Layanan PTRM sebanyak 6 Buah.

“Semua layanan tersebut kami fungsikan maksimal dan akan dikembangkan agar bisa mengejar capaian untuk bebas HIV-AIDS 2030,”katanya.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga menuturkan, saat ini di Bali masuk katagori Epidemi terkonsentrasi, dimana estimasi ODHIV saat ini sebanyak 31.686 orang. “Sampai Maret 2022, kasus ditemukan sebanyak 26.519 orang. Dan Odhiv yang on ARV sampai Maret 2022 sebanyak 10.671 orang.

Dalam pemaparannya itu, Dr. dr I Nyoman Gede Anom menjelaskan, kasus pada PWID estimasinya terus menurun, kemudian WPS dan Transpuan juga cenderung turun, sedangkan untuk LSL meningkat. “Sampai saat ini kami sampaikan bahwa kasus putus minum obat pada populasi Kunci masih tinggi,”katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Sudiasa, SKM, M.Kes menambahkan, untuk memperkaut kinerja layanan yang dibentuk, Dinas Kesehatan juga terus melakukan pelatihan bagi petugasnya agar bisa berperan maksimal menanggulangi serta memberikan pengobatan bagi yang terpapa AIDS, Tuberkulosis dan Malaria.

“Seijin Bapak Kadiskes, Kita di Dinas Kesehatan, khususnya di P2P senantiasa siap memfasilitasi pelatihan petugas layanan sehingga bisa memberikan yang terbaik,”katanya. (Humas Dinas Kesehatan Provinsi Bali)