Wujudkan Kemanan Pangan Melalui Pembinaan Kader Kesehatan

Rabu, 21 Juni 2017

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia disamping kebutuhan akan pangan pemukiman dan pendidikan. Agar dapat terwujud kesehatan yang optimal maka kebutuhan dasar manusia yang lainnya juga harus terpenuhi dengan baik, salah satunya adalah kebutuhan akan pangan yang bergizi, aman, dan memenuhi syarat mutu kesehatan. Untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengadakan pembinaan kader kesehatan yang dilaksanakan di Golden Tulip Hotel Denpasar 20 Juni 2017. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Lintas Sektor Terkait.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari ini bertujuan untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen dengan menjamin tersedianya pangan yang aman, bermutu dan bergizi. Seperti kita ketahui, pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat, termasuk salah satunya dalam hal makanan. Sementara itu masih banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk dapat memilih dan mengkonsumsi makanan yang aman dan bergizi. Padahal pangan termasuk kebutuhan terpenting dan sangat esensial sehingga harus memenuhi syarat keamanan pangan. Akan tetapi pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti Borax, Formalin, Methanyl Yellow dan Rhodamin B masih saja ditemukan beredar di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Membuka Sekaligus Memberikan Sambutan Dalam Pertemuan Pembinaan Kader Kesehatan Terhadap Keamanan Makanan

Dapat kita lihat melalui berita di media massa, masih banyak ditemukan makanan yang ditambahkan bahan berbahaya dijual di pasaran padahal pemerintah sudah berkali-kali menghimbau masyarakat agar jangan menambahkan bahan-bahan berbahaya ke dalam makanan. Hal ini adalah salah satu contoh rendahnya tanggung jawab dan tingkat pengetahuan produsen mengenai mutu keamanan pangan.

Narasumber Baik itu Narasembut Pusat dan Daerah Memberikan Materi Dalam Pembinaan Kader Kesehatan

Padahal jika makanan yang mengandung bahan tambahan berbahaya tersebut dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker, alergi bahkan sampai kematian. Oleh karena itu upaya untuk mewujudkan pangan yang aman, bermutu dan bergizi harus terus dilakukan kepada seluruh masyarakat. Upaya tersebut memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, melibatkan lintas sektor dan program sehingga tercapai kesamaan pemahaman, keterpaduan komitmen, dan kesatuan langkah di dalam melakukan pembinaan keamanan pangan untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini berharap melalui pertemuan ini kemampuan dan pengetahuan kita sebagai petugas pembina dan sebagai Kader Kesehatan di masyarakat dapat meningkat demi terwujudnya pangan yang aman dikonsumsi oleh masyarakat. Karena dengan penyediaan makanan yang aman, bergizi dan cukup maka derajat kesehatan masyarakat juga meningkat. Selain itu mutu dan keamanan makanan tidak hanya berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mempunyai pengaruh penting terhadap produktivitas ekonomi dan perkembangan sosial baik individu, masyarakat maupun negara.