Tingkatkan Keselamatan Pasien di Puskesmas, Dinkes Terapkan Standar Pelayanan Kefarmasian

Rabu, 30 Agustus 2017

Standar Pelayanan Kefarmasian sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Penyelenggaraan StandarPelayanan Kefarmasian di Puskesmas harus didukung oleh ketersediaan sumber daya kefarmasian, pengorganisasian yang berorientasi kepada keselamatan pasien, dan standar prosedur operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan 

Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Bali Cokorda Istri Kesumawati Memimpin Rapat dan Memberikan Materi Tentang Pelayanan Kefarmasian Sesuai Standar. Dihadiri Juga Oleh Tim Akreditasi UKP

Melihat pentingnya hal tersebut Dinkes Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Melaksanakan Rapat Koordinasi Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yang Dilaksanakan di Dinas Kesehatan kabupaten Buleleng 29 Agustus 2017. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Dalam kegiatan tersebut dibahas tentang pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas dan juga tentang akreditasi Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yang dalam hal ini lebih fokus pada SDM kefarmasian. Pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian dan melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan Obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety). Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas meliputi standar pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dan pelayanan farmasi klinik. Untuk menjamin mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, harus dilakukan pengendalian mutu Pelayananan Kefarmasian meliputi monitoring dan evaluasi secara berkesinambungan sampai terwujudnya Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas sesuai standar.

Dari Kegiatan tersebut diharapkan pelayanan kefarmasian yang sesuai standar dapat diterapkan pada Tiap-Tiap Puskesmas di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Buleleng. Selain itu, untuk kedepannya agar seluruh Puskesmas di Bali juga menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sesuai standar dan peningkatan keselamatan bagi pasien.