Kejar Ketertinggalan Capaian Semester I 2017 Dinkes Adakan Evaluasi Program/Kegiatan Bulanan

Selasa, 08 Agustus 2017

Bertepatan dengan Purnama Karo, 7 Agustus 2017 Dinas Kesehatan Provinsi Bali melaksanakan Pertemuan Evaluasi Program/Kegiatan Baik Itu Bersumber APBD ataupun APBN Untuk Tahun 2017. Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan  dari pertemuan di Triwulan I dan Semester I dan juga untuk menindaklanjuti Hasil Dari Evaluasi Pembangunan Kesehatan Semester I yang sebelumnya diadakan di Wismasabha Kantor Gubernur Provinsi Bali 25 Juli 2017. Dari hasil evaluasi semester I tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Bali menempati urutan kedua dari bawah untuk realisasi APBD dengan pencapaian realisasi keuangan sebesar 4,62 %. Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya berkesempatan untuk memimpin langsung Rapat Evaluasi  Bulanan ini. Beliau berpesan agar seluruh komponen di Dinas Kesehatan  baik itu pejabat dan staff untuk berkerja sama dan bekerja secara cerdas dalam pencapaian program/kegiatan untuk tahun 2017 ini. Masing-masing pemegang program diharapkan kembali untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan baik itu yang sudah berjalan atau yang akan berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali tidak dapat mengikuti pertemuan evaluasi sampai selesai dikarenakan beliau harus mengikuti rapat di DPRD Provinsi Bali. Pertemuan kemudian dipimpin oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Made Suwitra. Evaluasi dimulai dari capaian APBD yang sampai dengan Semester I masih dibawah angka 50 % untuk realisasi baik fisik ataupun keuangan. Untuk program-program yang masih dibawah 50 % tersebut antara lain Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular , Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Pengawasan Obat dan Makanan, Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Seluruh Program di UPT. RSUD Bali Mandara. Realisasi anggaran APBD untuk semester I ini masih dibawah target dikarenakan dampak yang cukup besar mempengaruhi hasil capaian adalah seluruh program di UPT. RSUD Bali Mandara. Untuk anggaran di UPT RSUD Bali Mandara merupakan dana paling besar yaitu sebesar 191 miliar lebih dan capaiannya juga yang paling kecil diantara Bidang lainnya yaitu hanya sebesar  1 miliar lebih. Oleh karena itu Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau kepada seluruh jajaran di UPT. RSUD Bali Mandara untuk mengakselerasi capaian Program/Kegiatannya serta mempercepat pengadaan alkes, penunjang medis dan non medis sehingga RSUD Bali Mandara diharapkan bisa segera beroperasi di Tahun 2017 ini. Selain itu, sekretaris juga mengajak seluruh komponen di Dinas Kesehatan untuk membantu  persiapan operasional di RSUD Bali Mandara dan ketepatan dalam penyampaian laporan realisasi keuangan dam kinerja juga harus ditingkatkan.

Untuk realsasi APBN tidak terlalu banyak dibahas dalam pertemuan dikarenakan realisasi dikategorikan cukup aman untuk capaian Semester I namun sekretaris mengimbau agar juga mengakselerasi capaian APBN sehingga di akhir tahun dapat tercapai sesuai target yang ditetapkan. Pertemuan kemudian ditutup oleh Sekretaris Dinas Kesehatan