Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Kamis, 23 Februari 2017


Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Saat ini, Indonesia tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes dan lain-lain. Dampak meningkatnya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah, menurunnya produktifitas masyarakat, menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri.

“Gerakan masyarakat hidup sehat” adalah gerakan bersama yang memiliki beberapa tujuan mulai menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kesakitan, kematian maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas; menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa ; untuk itu GERAKAN MASYARAKAT (GERMAS) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Adapun prinsip dari “Gerakan masyarakat hidup sehat” adalah kerjasama multi sektor dan pemangku kepentingan, antara sektor kesehatan, akademisi, LSM dan sektor-sektor lainnya; keseimbangan masyarakat, keluarga, dan individu; pemberdayaan masyarakat, khususnya mereka yang mau hidup sehat dan menjadi mitra pengendalian penyakit; penguatan sistem kesehatan, reformasi dan reorientasi pelayanan kesehatan; penguatan siklus hidup; jaminan kesehatan sosial; fokus pada pemerataan penurunan penyakit karena determinan sosial seperti kemiskinan, gender, lingkungan, budaya, tingkat pendidikan, dan kemauan politik.

Untuk mewujudkan “Gerakan masyarakat hidup sehat” perlu sebuah kampanye dan sosialisasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Kampanye dan sosialisasi ini dibutuhkan dukungan peran dari K/L terkait, komitmen, dan yang terpenting adalah monitoring pelaksanaan Germas.

Secara umum Germas bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauandan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan tujuan khususnya adalah meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan.

Kegiatan utama yang dilakukan dalam rangka Germas adalah :
1
Peningkatan aktivitas fisik
2
Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
3
Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
4
Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
5
Peningkatan kualitas lingkungan
6
Peningkatan edukasi hidup sehat

Guna mencapai tujuan Germas secara lebih fokus dan terarah,maka setiap tahun dibuat beberapa fokus kegiatan dari Germas ini. Untuk tahun 2017, fokus Germas adalah melakukan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah serta memeriksa kesehatan secara berkala. Disamping fokus Germas secara nasional, juga dibuat fokus Germas secara lokal sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Untuk provinsi Bali fokus Germas lokal adalah tidak merokok dan pemberantasan jentik nyamuk.

Keberhasilan gerakan masyarakat hidup sehat ini sangat tergantung pada partisipasi aktif semua stakeholder dan masyarakat. Masyarakat perlu digerakkan untuk memiliki kemampuan untuk melaksanakan semua fokus kegiatan tersebut dan dapat melaksanakan dalam kegiatan sehari-hari.

Beberapa kebijakan telah mulai dilakukan di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali misalnya dengan mengganti kudapan dengan sayur/buah, melakukan gerakan peregangan selama lebih kurang 10 menit dua kali seminggu, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi para pegawai, menjadikan lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebagai daerah kawasan tanpa rokok serta melakukan pemberantasan jentik di lingkungan Dinas kesehatan Provinsi Bali.

Beberapa kegiatan ini tentu harus ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan lain serta dilakukan kegiatan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Namun beberapa upaya diatas dapat dijadikan sebagai titik awal kegiatan GERMAS di provinsi Bali. Upaya sosialisasi juga telah dilakukan melalui media massa baik cetak maupun elektronik. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat disebarluaskan dan dapat menggerakkan masyarakat untuk mulai hidup bersih dan sehat (kadek widiastuti/ sie promkes).