Forum Perangkat Daerah Tahun 2019 Dinkes Ajak Seluruh Elemen Kesehatan di Bali Susun Kegiatan Dukung Visi dan Misi Gubernur Bali

Selasa, 26 Februari 2019

Kadiskes Bali dr Ketut Suarjaya, MPPM memimpin rapat forum perangkat daerah Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang di laksanakan di Ruang Pertemuan Lantai II Dinas Kesehatan Provinsi Bali (25/02/2019). Diikuti oleh seluruh Dinas Kesehatan Kab/Kota, RSUD se-Bali,  Lintas Sektor terkait, Stakeholder Kesehatan dan Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Kesehatan Kadiskes Bali menyampaikan rencana Pembangunan Kesehatan di Bali di Tahun 2020 yang mengarah pada pencapaian Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan Misi ke-3 di Bidang Kesehatan yaitu “Mengembangkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Yang Terjangkau, Merata, Adil Dan Berkualitas Serta Didukung Dengan Pengembangan Sistem Dan Data Base Riwayat Kesehatan Krama Bali Berbasis Kecamatan”. Kadiskes Bali berharap masukan dari seluruh peserta dalam penyusunan kegiatan tersebut agar bisa mengakomodir seluruh Pemangku Kepentingan Bidang Kesehatan di Bali yang searah dengan pencapaian VIsi dan Misi Gubernur Bali.



Kadiskes Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM ditemani oleh Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Kesehatan menyampaikan Rencana Kerja Kesehatan di Provinsi Bali untuk Tahun 2020

Sebelum menyampaian rencana program dan kegiatan sesuai visi dan misi di Tahun 2020 Kadiskes menyampaiakan isu strategis, permasalahan Pembangunan Kesehatan, evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan di Tahun 2018 dan Capaian SPM Kab/Kota. Khusus untuk capaian SPM Kab/Kota Kadiskes Bali mengingatkan kepada Kab/Kota untuk memverifikasi, memvalidasi dan mengevaluasi secara menyeluruh indikator yang tertuang pada SPM karena SPM merupakan rapor dari kinerja Kepala Daerah yang dipertanggung jawabkan kepada Pemerintah. Untuk itu agar lebih menyisir kembali terhadap capaian indikator SPM tersebut. Setelah itu Kadiskes Bali menyampain rencana Program dan Kegiatan di Tahun 2020 Total Usulan awal anggaran yang dianggarkan Dinas Kesehatan mencapai Rp 564.207.095.687. Anggaran tersebut sudah mengakomodir Visi dan Misi Gubernur Bali antara lain manfaat tambahan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera, Pengembangan Sistem Databased Riwayat Kesehatan Berbasis Kecamatan, Pengembangan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) di Kabupaten Bangli, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Buleleng dan Pengembangan Pengobatan Tradisional (Usadha). Anggaran tesebut diluar usulan melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus kepada Kab/Kota.

Dalam forum tersebut juga dilaksanakan diskusi antar peserta Forum diantaranya dari Kepala Dinkes KotaDenpasar yang menyampaikan saran untuk Pergub kawasan tanpa rokok perlu diatur kembali dalam artian diperluasbatasannya tidak hanya pembatasan rokok tapi juga tembakau dan vape.Selain itu, sertifikasi alkes sangat penting karena terkait dengan akreditasi. Kota denpasar untuk penyebaran SDM belum merata di FKTP sehingga untuk melakukan kegiatan di lapangan menjadi kurang efektif dan berdampak pada capaian program. Menanggapi saran dari Kadiskes Denpasar Kadiskes Bali setuju untuk mempertimbangkan Pergub Kawansan Tanpa Rokok(KTR) untuk diperluas sasarannya sampai ke pengguna Vape karen melihat dampak Vape yang lebih berbahaya dari Rokok Tembakau. Untuk Sumber Daya Manusia dapat ditambah dengan pemanfaatan Dana Aliran Khusus(DAK) Bantuan Operasional Kesehatan(BOK).

Selain dari Kab/Kota Lintas sektor juga ikut berdiskusi terkainya penyusunan Program dan Kegiatan di Tahun 2020 salah satunya dari BPOM yang menyampaikan hasil pengawasan BPOM, penyalahgunaan bahan berbahaya, bali termasuk 4 besar (9%) melebihi nasional (Rodamin, formalin) sehingga dalam rencana kerja Diskes Bali agar dialokasikan untuk kegiatan preventif atau bisa juga dalam bentuk Pergub terkait pengawasan makanan. Menanggapi saran dari BPOM Kadiskes Bali menyampaikan kalau untuk kegiatan promotif pengawasan makanan dalam Renja Diskes Tahun 2020 sudah dianggarkan dalam bentuk kegiatan sampling makanan di lapangan dan untuk Peraturan Gubernur terkait pengawasan makanan perlu dikawal bersama-sama.

Kegiatan Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2019 ditutup dengan pengarahan dari Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Kesehatan untuk seluruh elemen kesehatan di Bali untuk ikut mengawal dan mendukung kegiatan sesuai dengan Visi Misi Gubernur Bali dan melaksanakan dengan bersungguh-sungguh untuk kelancaran pembangunan kesehatan di Bali.