Festival Kampung Berseri Astra Ajang Kampanye Germas

Senin, 26 Nopember 2018

Festival Kampung Berseri Astra merupakan suatu kegiatan yang dikemas sebagai ajang kegiatan untuk  mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Kegiatan ini merupakan keterlibatan pihak swasta (Astra) untuk mendukung Pembangungan Kesehatan di Bali. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali membuka Festival ini di Bajra Sandi Renon Denpasar 25 November 2018. Melalui gerakan ini beliau berharap akan dapat mewujudkan Visi-Misi Nangun Sat  Kerthi Loka Bali  yaitu  mewujudkan kesejahteraan rakyat Bali  secara sekala niskala. Visi misi tersebut memiliki makna   menjaga kesucian  dan keharmonisan  alam  Bali beserta isinya, untuk mewujudkan Bali  yang sejahtera dan bahagia. Pelaksanaan  Gerakan  Masyarakat Hidup Sehat merupakan Implementasi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia  dan umur harapan hidup.

Menteri Kesehatan RI Prof. Nila Moeloek dan lintas sektor Kementerian di Provinsi Bali turut juga menghadiri festival tersebut. Menurut Menkes festival ini  merupakan suatu ajang kegiatan untuk meningkatkan akselerasi gerakan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Harapan beliau melalui  kegiatan  ini dapat membangun komitmen bersama untuk menumbuhkan kesadaran  dan mendukung pelaksanaan gerakan masyarakat hidup sehat di Provinsi Bali.

Pendekatan promotif dan preventif pada hakekatnya sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan penyakit, sehingga tidak terjadi peningkatan kasus penyakit. Permasalahan kesehatan perlu ditangani secara serius, terorganisir, terkoordinasi serta sinergis, sehingga tidak muncul lagi masalah kesehatan yang kompleks.

Pentingnya upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat, dalam rangka memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Dalam mewujudkan program Indonesia Sehat perlu adanya penguatan paradigma sehat, peningkatan mutu layanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional. Untuk mendukung penguatan paradigma sehat, perlu adanya perubahan mindset atau paradigma masyarakat terutama dalam hal pengutamaan/prioritas kesehatan. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi masyarakat. Masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku dalam pembangunan kesehatan.

Menkes RI Prof Nila Moeloek Memberikan Penghargaan Bagi Pemenang Lomba Sektor Kesehatan Binaan Astra

Munculnya permasalahan penyakit pada era globalisasi ini ditandai dengan adanya peningkatan angka kematian ibu dan balita, masih banyak dijumpai balita pendek (stunting) dan berbagai permasalahan gizi di daerah. Dalam bidang pengendalian penyakit masih dijumpai beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM). Dampak yang sering dirasakan akibat peningkatan kasus PTM yaitu tingginya  financial yang dikeluarkan untuk membiayai kesehatan, sehingga hal ini akan berpengaruh pada penurunan produktivitas masyarakat serta penurunan daya saing negara. Tentunya dampak yang paling krusial yaitu berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri.

Salah satu strategi yang dikembangkan adalah melalui perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat. Untuk itu GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Gerakan ini perlu digaungkan secara terus-menerus pada setiap jenjang pemerintahan, karena merupakan salah satu perwujudan dari revolusi mental khususnya dalam bidang kesehatan.

Dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Pemerintah menyusun rencana strategis untuk mewujudkan pembangunan di bidang kesehatan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya adalah dengan terbitnya Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan gaung program kesehatan yang lebih menempatkan upaya promotif dan preventif disamping pelaksanaan kuratif dan rehabilitatif.

Di Provinsi Bali sendiri pada tahun 2017 telah dilakukan pencanangan dan kampanye GERMAS di 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Tabanan dan Karangasem dan diikuti dengan pencanangan dan kampanye GERMAS di Kabupaten Bangli, Klungkung, Gianyar, Denpasar, Badung, Jembrana dan Buleleng. Pencanangan Germas Di Provinsi Bali diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 440/5196/Kesmas.Diskes tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 12 Tahun 2018 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Komitmen dan tanggung jawab bersama semua sektor sangat dibutuhkan untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.