ABK MEMBANTU PERENCANAAN KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI BALI

Sabtu, 25 Juni 2016

Isu penting dalam perencanaan SDM Kesehatan antara lain rendahnya kemampuan tenaga perencana SDM Kesehatan baik di pusat maupun di daerah. Hal ini akan menghambat jalannya organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya karena kebutuhan jenis dan jumlah SDM Kesehatan yang dibutuhkan tidak bias dihitung dengan baik. Perkembangan kebijakan yang terkait dengan ketenagaan saat ini adalah penguatan perencanaan SDM Kesehatan. Penyusunan kebutuhan SDMK perlu memperhatikan berbagai factor seperti situasi, kondisi, geografis, demografis, program prioritas, kapasitas produksi dan ketersediaan SDMK, sehingga akan diperoleh SDMK sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dalam rangka penguatan perencanaan SDMK, Kementerian Kesehatan melalui Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan sudah mengeluarkan kebijakan terkait dengan perencanaan SDM Kesehatan berupa Kepmenkes Nomor 81 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di Tingkat Provinsi, Kab/Kota serta Rumah Sakit. Namun demikian, implementasi pedoman tersebut belum sasuai dengan tujuannya.

Sejalan dengan perkembangan kebijakan ketenagaan (aparatur pemerintahan) yang dikeluarkan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi maka perlu kiranya dilakukan penyesuaian-penyesuaian sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di daerah dalam merencanakan kebutuhan SDM Kesehatan.

Provinsi Bali merupakan salah satu provinsi yang memiliki tenaga kesehatan yang jumlahnya cukup banyak dan belum tersebar merata di wilayah Provinsi Bali, dimana sebagian besar berada di wilayah Denpasar dan Badung.


Mengingat kondisi tersebut maka Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengadakan Workshop Penyusunan Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja yang berlangsung di The Grand Santhi Hotel dari tanggal 22 – 24 Juni 2016. Workshop tersebut dihadiri sejumlah 40 Orang yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kab/Kota se-Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali (UPT, Subbag Kepegawaian, Kabid, Sekretaris dan Staf Bidang Jibang) dan Tim Perencana SDM Kesehatan Provinsi Bali. Tujuan diadakan workshop ini adalah untuk membantu dalam merencanakan kebutuhan SDM Kesehatan di Kabupaten/Kota baik itu Dinas, Puskesmas dan Rumah Sakit. Kadis Provinsi Bali memberikan materi Kebijakan dan Program PPSDM Kesehatan, Permenkes Nomor 33/2015 Tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan ( oleh Narasumber Pusat Perencanaan & Pendayagunaan SDM Kesehatan ), Aplikasi ABK Kesehatan ( Permenkes 33 / 2015 ) ( oleh Narasumber Pusat Perencanaan & Pendayagunaan SDM Kesehatan ), Metode Perhitungan Kebutuhan SDMK Berdasarkan Permenkes RI No.33 tahun 2015 tentang pedoman penyusunan perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Narasumber Pusat Perencanaan & Pendayagunaan SDM Kesehatan ) dan Praktek Aplikasi yang dipandu oleh bu email dan bu nisa ( narasumber pusat )

Dalam workshop tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dr. Ketut Suarjaya, MPPM memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali yakin dengan kegiatan ini maka perencanaan kebutuhan SDM Kesehatan dan semangat kerjasama dan kerja keras akan menghasilkan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan yang valid dan dapat dipertangungjawabkan. Hal ini sangat berguna sebagai referensi dalam perumusan kebijakan dan perencanaan bagi pimpinan dan sebagai referensi bagi pelaksana kegiatan di bidang kesehatan.


Berita ini disiarkan oleh Bidang Pengkajian dan Pengembangan Seksi Evaluasi dan Pelaporan dan telah mendapat persetujuan dari Seksi Pengkajian dan Pengembangan